Pemrograman

02 April 2017

Struktur program Visual Basic

Struktur program Visual Basic


Sebagai bahasa yang telah dirancang kembali dari awal, suatu program Visual Basic memiliki urutan berikut yang merupakan struktur dari program:

1.      Option statements
2.      Imports statements
3.      Main procedure

Option Statements


Perintah Option akan menentukan aturan dasar penanganan kode dalam program pada saat kompilasi.

Option Explicit


Option Explicit On/Off, menentukan apakah variabel-varibel yang digunakan dalam program harus dideklarasikan terlebih dahulu atau tidak (defaultnya adalah On).

Contoh :
Option Explicit Off

Module Modmain Sub Main()
a = 100000
End Sub End Module

Yang jika di kompilasi tidak menyebabkan kesalahan walaupun variabel a tidak pernah dideklarasikan.
Option Explicit On

Module Modmain Sub Main()
a = 100000
End Sub

End Module

Yang jika dikompilasi akan menyebabkan kesalahan sebagai berikut :
Microsoft (R) Visual Basic .NET Compiler version 7.10.3052.4 for Microsoft (R) .NET Framework version 1.1.4322.573
Copyright (C) Microsoft Corporation 1987-2002. All rights reserved. D:\BELAJA~1\coba.vb(5) : error BC30451: Name 'a' is not declared.
a = 100000 

Agar terhindar dari kesalahan maka variabel a harus dideklarasikan terlebih dahulu sesuai dengan setting Option Explicit On.

Option Explicit On

Module Modmain Sub Main()
Dim a As Integer a = 100000
End Sub

End Module


Option Strict


Option Strict On/Off, menentukan apakah kompiler memperbolehkan konversi nilai implicit yang berpotensi menyebabkan kehilangan data (default adalah Off), misalnya kita memasukan nilai dari suatu variabel dengan tipe data yang lebih lebar ke variabel dengan tipe data yang lebih sempit (lihat pada kolom nominal storage allocation pada tabel tipe data).  

Contoh :
Option Explicit On Option Strict On Module Hello
Sub Main()
Dim a As Integer Dim b As Short
a = 100000
b = a End Sub
End Module

Yang jika dikompilasi akan menyebabkan pesan kesalahan berikut ini karena variabel b yang bertipe short (16 bit), tidak dimungkinkan menampung nilai dari tipe integer (32 bit), yang memiliki potensi kehilangan data pada saat runtime, sehingga pemakaian Option Strict On akan menampilkan pesan kesalahan pada saat kompilasi.

Microsoft (R) Visual Basic .NET Compiler version 7.10.3052.4 for Microsoft (R) .NET Framework version 1.1.4322.573
Copyright (C) Microsoft Corporation 1987-2002. All rights reserved.

D:\BELAJA~1\coba.vb(8) : error BC30512: Option Strict On disallows implicit conversions from 'Integer' to 'Short'.

b = a

Sebaliknya jika digunakan Option Strict Off:

Option Explicit On Option Strict Off Module Hello
Sub Main()
Dim a As Integer Dim b As Short
a = 100000
b = a End Sub
End Module


Maka pada saat kompilasi tidak terjadi kesalahan, tetapi pada saat runtime akan menimbulkan runtime error (System.OverflowException), karena variabel a yang bertipe short hanya memiliki jangkauan daya tampung dari -32767 s/d 32768.

Dasar program Visual Basic

Program VB.NET anda yang pertama.


Sebagaimana tradisi dari proses belajar pemrograman komputer adalah membuat sebuah program Hello World yang memiliki struktur yang paling sederhana sehingga kita dengan mudah dapat melihat struktur dasar program dari bahasa pemrograman tersebut.

Module Hello Sub Main()
   System.Console.WriteLine("Hello World !")
End Sub
End Module



Ketiklah program diatas dengan text editor (notepad pada Windows ataupun edit pada Dos Prompt), dan kemudian simpan dengan nama hello.vb (anda wajib menyimpannya dengan ekstension .vb).

Proses Kompilasi


Agar program yang kita buat diatas dapat dijalankan oleh komputer, maka diperlukan suatu kompiler untuk menterjemahkan perintah-perintah yang telah kita buat menjadi instruksi yang dapat dikenali oleh sistem komputer.

Kompiler Visual Basic dapat diperoleh dengan melakukan instalasi Microsoft .NET framework sdk v1.1.

Sesaat setelah instalasi .NET framework, maka kompiler VB telah tersedia pada komputer anda, dan proses kompilasi dapat dilakukan dengan :

1.       Mengatur path environment pada Command Prompt path=%path%;c:\windows\microsoft.net\framework\v1.1.4322
2.       Selanjutnya anda dapat mengkompilasi program anda dengan perintah : Vbc <nama file>.vb
Pada saat kompilasi, anda wajib menulis lengkap nama file dan ekstension Contoh :

vbc hello.vb


Microsoft (R) Visual Basic .NET Compiler version 7.10.3052.4
for Microsoft (R) .NET Framework version 1.1.4322.573
Copyright (C) Microsoft Corporation 1987-2002. All rights reserved.

 Jika proses kompilasi tidak menampilkan adanya kesalahan, maka akan terbentuk suatu hello.exe yang dapat dijalankan langsung pada Command Prompt.

Sesuatu hal yang perlu anda pahami adalah file hello.exe hanya dapat dijalankan pada komputer yang sudah terinstalasi Microsoft .NET framework. Kemudian suatu hal yang perlu anda ketahui adalah file hello.exe bukanlah berisi binari yang merupakan kode mesin, melainkan merupakan binari yang berisi Intermediate Language (IL) yang pada saat dijalankan akan dikompilasi menjadi bahasa mesin oleh kompiler Just In Time (JIT) yang terdapat pada Common Language Runtime (CLR) yang merupakan salah satu komponen dari .NET framework.

SINTAKS-PHP

Kode-kode PHP dituliskan di antara tanda berikut ini:

<?php

...
...
...

?>

atau

<?

...
...
...

?>

Apabila Anda membuat kode PHP dan berencana akan mendistribusikan ke pihak/orang lain, maka usahakan untuk menggunakan sintaks <?php ... ?>. Hal ini dikarenakan untuk penggunaan kode yang menggunakan <? ?> terkadang tidak bisa dijalankan dalam server tertentu.

Menyimpan File PHP

Apabila Anda memiliki kode PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka kode PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode).

Contoh:


<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>




Semicolon (;)

Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari statement PHP dan harus ada.

Contoh:


<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! "; echo "Hello World! "; echo "Hello World! "; echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>



Pindah Spasi

Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya. Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP.

Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh tersebut diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.

Contoh:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>

<html>
<head>
<title>My First PHP Page</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
?>




</body>
</html>

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";


echo "Hello World! ";
?>
</body>
</html>

Variabel

Misalkan dalam PHP kita akan menyimpan suatu nilai berupa angka atau string dalam suatu variabel, caranya adalah membuat nama variabel terlebih dahulu kemudian diberikan suatu assignment pada nilai yang diinginkan. Perhatikan sintaks berikut ini

$nama_variabel = nilai; Note: jangan lupa tanda dollar ($) Contoh:
<?php
$hello = "Hello World!";
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8;
?>

Dari contoh di atas tampak bahwa dalam PHP, nama variabel tidak perlu dideklarasikan terlebih dahulu seperti halnya bahasa Pascal atau C/C++.

Aturan Penamaan Variabel

Berikut ini adalah beberapa aturan penulisan nama variabel:

·         Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore (_)
·         Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z, 0-9 dan underscore
·         Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan underscore


Echo

Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh kode PHP sebelumnya, bahwa perintah echo digunakan untuk menampilkan teks ke dalam browser. Suatu teks atau string dapat dituliskan di browser dengan langsung dituliskan dalam echo yang diapit oleh dua tanda petik ganda (quotes)




atau menyimpan string atau teks terlebih dahulu dalam suatu variabel kemudian dituliskan dalam echo. Berikut ini adalah contohnya:

Contoh:

<?php
$StringKu = "Hello!"; echo $StringKu;
echo "<h5>I love using PHP!</h5>";
?>

Penting!!!

Hati-hati dalam penulisan suatu string yang di dalamnya terdapat tanda petik ganda (quotes) menggunakan echo. Dalam echo, tanda quotes merupakan penanda awal dan akhir teks/string yang akan ditulis dengan echo, sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini

·         Jangan menggunakan tanda quotes di dalam teks yang akan ditulis dengan echo
·         Apabila Anda tetap ingin menuliskan tanda quotes dalam teks yang akan ditulis dengan echo, maka berikan tanda slash “\” di depan quotes tersebut.
·         Selain itu, dapat pula Anda gunakan tanda petik tunggal (apostrophes) untuk menggantikan tanda quotes pada teks.

Contoh:

<?php
echo "<font face="verdana" size="4">I love using PHP!</font>";
?>

<?php
echo "<font face=\"verdana\" size=\"4\">I love using PHP!</font>";
?>

<?php
echo "<font face='verdana' size='4'>I love using PHP!</h5>";
?>

Pada contoh kode pertama di atas akan terjadi error karena dalam teks yang ditulis dalam echo terdapat tanda quotes. Sedangkan untuk kode kedua dan ketiga tidak terdapat error dan akan dihasilkan output yang sama di browser.

Menampilkan Nilai Variabel dengan Echo

Nilai variabel dapat dengan mudah ditampilkan dengan menggunakan echo, baik nilai yang berupa bilangan maupun string. Berikut ini adalah contoh-contoh di antaranya:

Contoh:

<?php
$string_ku = "Hello..  Nama saya: ";
$bilangan_ku = 4;
$huruf_ku = "a"; echo $string_ku; echo $bilangan_ku; echo $huruf_ku;




?>

Catatan:
Untuk menampilkan nilai variabel dengan echo tanpa menggunakan tanda quotes. Berikut ini contoh menampilkan gabungan suatu nilai dari variabel yang berupa string. Contoh:
<?php
$string_ku = "Hello.  Nama saya: ";
$baris_baru = "<br>";
echo $string_ku."Ari".$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari.  Kamu siapa? ".$string_ku.$baris_baru; echo "Hi, Nama saya Ari.            Kamu siapa? ".$string_ku."Amalia";
?>

Untuk menggabungkan beberapa string menjadi satu digunakan operator dot (.)

Komentar dalam PHP

Seperti halnya bahasa pemrograman yang lain, komentar dalam suatu kode PHP tidak akan dieksekusi. Terdapat dua cara memberikan komentar dalam PHP, yaitu

·         Diberikan tanda // di depan teks komentar. Perintah ini hanya bisa berlaku untuk komentar dalam satu baris
·         Diberikan tanda /* di depan teks komentar dan diakhiri dengan */. Perintah ini dapat digunakan untuk komentar yang terdiri lebih dari satu baris.

Contoh:

<?php
echo "Hello World!"; // Ini akan mencetak Hello World!
echo "<br>Psst...You can't see my PHP comments!"; // echo "nothing";
// echo "Namaku Faza!";
?>

<?php
/* Berikut ini adalah perintah untuk menuliskan Hello World */
echo "Hello World!";
/* echo "My name is Humperdinkle!";
echo "No way! My name is Ari-PHP Programmer!";
*/
?>

Entri yang Diunggulkan

Pengenalan-PHP

Apa Itu PHP? Berdasarkan informasi dari situs resmi PHP, “PHP.net”, PHP ( PHP: Hypertext Prepocessor ) merupakan bahasa pemrograman web ...

Popular Posts